Showing posts with label Dapodik. Show all posts
Showing posts with label Dapodik. Show all posts

Sunday, October 20, 2019

Published October 20, 2019 by with 0 comment

Dapodik



Dapodik adalah singkatan dari Data Pokok Pendidikan. Dimana Dapodik ini adalah sebuah sistem pendataan yang digunakan untuk menjaring semua data terkait data kelembagaan dan kurikulum sekolah, data siswa, data guru dan karyawan, serta data sarana dan prasarana setiap sekolah di seluruh Indonesia bahkan hingga sekolah-sekolah Indonesia yang berada di luar negeri. Pendataan ini sebenarnya sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2006, namun karena beberapa kali prosesnya mengalami beberapa kendala termasuk pada tahun 2008 dimana terjadi pengalihan tugas pengelola yang awalnya di kelola oleh PSP Balitbang Depdiknas lalu di delegasikan kepada masing-masing dinas pendidikan tingkat provinsi, kota dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dibawah pengawasan Biro PKLN Depdiknas.

Setelah terjadi perubahan dalam internal kementerian termasuk perubahan nama menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada tahun 2012 Dapodik dilanjutkan eksistensi oleh PDSP Kemdikbud RI. Ini menjadi titik awal reformasi sistem pendataan dapodik yang terus berkembang hingga saat ini. Kini, dapodik telah menjadi satu-satunya acuan data yang digunakan Kemdikbud dalam setiap kebijakan-kebijakannya baik yang terkait dengan biaya operasional sekolah (BOS), bantuan-bantuan sarana dan prasarana, hingga tunjangan-tunjangan guru dan kebijakan lainnya mengacu pada data yang dikirim oleh Operator Dapodik ini.


Fungsi Dapodik

Dapodik sebagai satu-satunya acuan data yang digunakan Kemdikbud tentunya menjadikan dapodik ini memiliki peran yang sangat vital dan dengan beragam fungsi (multi-fungsi). Fungsi dapodik pada setiap tahunnya terus mengalami perkembangan terkait dengan perubahan kebijakan dan program yang dicanangkan Kemdikbud. Pada saat ini dapodik berfungsi untuk :
Alokasi dana BOS bagi sekolah sesuai jumlah siswanya
Alokasi kuota penerima tunjangan-tunjangan bagi guru yang memenuhi syarat

Alokasi bantuan sarana dan prasarana bagi sekolah yang fasilitasnya belum memadai
Pengajuan dan perbaikan data kelembagaan sekolah
Pengajuan dan VerVal (Verifikasi dan Validasi) data dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
Pengajuan dan VerVal data Peserta Didik (Siswa) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

Pengajuan dan Verval data Satuan Pendidikan dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
Pemetaan dan pemerataan guru
Monitoring dan Evaluasi kebijakan-kebijakan dan program-program Kemdikbud
Mempercepat dan meningkatkan efektifitas pelaporan yang dilakukan dari sekolah ke kementerian serta dengan mengurangi resiko penyimpangan atau pelanggaran yang ada sebelumnya.

Aplikasi Dapodik pertama kali di operasikan oleh Tenaga Administrasi atau Guru yang diberikan tugas tambahan sebagai "Operator Dapodik" saat itu. Namun seiring dengan perkembangan zaman yang terus menggeluti dunia IT karena efisiensi dan efektifitasnya yang lebih baik daripada melalui metode pelaporan manual, membuat semakin banyak aplikasi-aplikasi komputer lainnya yang harus dikerjakan oleh sekolah bukan hanya Aplikasi Dapodik saja, sehingga Operator Dapodik kini disebut sebagai Operator Sekolah dan kebanyakan sekarang Operator Sekolah bukan lagi menjadi tugas tambahan melainkan menjadi sebuah jabatan yang diemban oleh tenaga yang memang sebelumnya sudah bertugas operator dapodik di sekolah tersebut. Namun meski begitu, tupoksi yang diemban oleh Operator Sekolah ini begitu banyak, hampir meliputi kesluruhan aspek data sekolah. Selain itu, segala bentuk pelaporan yang berbasis komputer baik yang sifatnya mandiri bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) maupun yang global di sekolah menjadi tugas Operator Sekolah. Itulah sebabnya kini Operator Dapodik / Operator Sekolah disebut sebagai Pejuang Data Pendidikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kembali lagi ke pembahasan, yaitu tentang cara mengoperasikannya. Cara mengoperasikan Aplikasi Dapodik sebenarnya cukup mudah. Cukup siapkan laptop, modem/konektivitas internet, lalu install aplikasinya, lanjutkan dengan registrasi operator dan sekolah yang akan kita kerjakan dapodiknya, lalu isi data-data dapodiknya, Walau terlihat mudah, namun karena jumlah instrumen datanya yang begitu banyak membuat tidak sedikit operator yang kebetulan memiliki siswa, guru, dan sarpras yang banyak menjadi kewalahan. Namun karena keikhlasan dan semangat ingin perubahan sistem pendidikan yang lebih baik dari para pejuang data pendidikan ini membuat Dapodik semakin membaik dan semakin terlihat manfaatnya hingga saat ini.
Read More
      edit